CEO bukan The Broadway Star

Sebagai CEO grup perusahaan sebesar Grup Bakrie tentu yang pertama kali harus saya ingat adalah bahwa saya harus berperan lebih sebagai “Man Behind The Scene” daripada “The Broadway Star” dan fokus pada urusan pengembangan bisnis. Tepat seperti apa yang dilakukan oleh CEO yang saat ini Bapak Bobby Gafur S. Umar  yang mungkin tidak banyak dikenal orang.

Analisa SEWOT Vs SWOT

Sebagai sebuah grup perusahaan yang cukup besar seperti Grup Bakrie yang membawahi begitu banyak unit usaha maka analisa yang dipakai tidak lagi bisa dengan pendekatan SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threat)  tapi harus menggunakan analisa yang saya sebut sebagai analisa SEWOT (Strengths, Entity, Weaknesses, Opportunities, Threat) atau jika dijelaskan secara sederhana : “kekuatan dan kesatuan untuk menutupi kelemahan dalam mendapatkan peluang dan menghadapi ancaman).

Butuh data yang lebih banyak untuk bisa memberikan analisa SEWOT yang tepat untuk memajukan Grup Bakrie, namun dengan keterbatasan data itu saya akan coba jabarkan satu persatu :

- Strengths (Kekuatan)

Kekuatan apa yang dimiliki Grup Bakrie sekarang? Jika anda pikir finansial maka saya jawab “Tidak!”. Kekuatannya berada pada “Pengalaman” yang panjang dan “Jaringan Personal” yang menggurita. Sebut saja TV One yang dalam waktu singkat berhasil mendobrak bisnis media setelah membeli Lativi. Walau TV one mungkin tidak termasuk dalam Grup Bakrie secara langsung tapi siapa yang tak tahu bahwa televisi itu dimiliki salah satu anak pemilik Grup Bakrie.

Melalui media maka isu-isu yang dapat melemahkan grup ini dapat di netralisir dengan mudah dan cepat. Bapak Anindya Bakrie yang menjadi pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) serta peranan salah satu pemilik Grup Bakrie : Bapak Aburizal Bakrie di dunia politik sebagai Ketua Umum Partai Golkar tentu merupakan sebuah kekuatan yang sangat besar untuk memberi tekanan - tekanan kepada pihak - pihak yang berusaha melemahan Grup ini. Inilah kekuatan utama Grup Bakrie saat ini yang dapat saya gunakan sebagai CEO untuk mencari lebih banyak peluang - peluang baru untuk memperbesar dan memperluas jaringan bisnis Grup Bakrie.

- Entity (Kesatuan)

Sebagai sebuah grup perusahaan yang terdiri dari banyak unit - unit usaha maka Entity (Kesatuan) merupakan hal yang wajib diperhatikan oleh seorang CEO Grup. Setiap unit usaha harus bisa mandiri namun saling mendukung satu sama lain agar investasi yang ditanamkan oleh grup ini bisa segera membuahkan hasil. Bakrie Telecome misalnya, harus dapat menjadi unjung tombak untuk menyediakan jaringan komunikasi dan data bagi semua unit usaha karena ditengah era global saat ini kecepatan informasi merupakan modal paling utama untuk memenangkan persaingan. Artinya melalui Entity (Kesatuan) ini kebutuhan dari unit lain dapat dipenuhi oleh unit lainnya sehingga semua unit bisnis saling “menghidupi” tanpa saling “membebani”

- Weaknesses (Kelemahan)

Tidak ada yang sempurna oleh karena itu tidak ada yang luput dari kelemahan. Begitu juga Grup Bakrie. Dari sekian banyak kelemahan yang mungkin dimiliki oleh grup bakrie yang paling berbahaya adalah “kekuatan yang melemahkan”. Kekuatan Media seperti TVone yang berusaha untuk tidak memberitakan masalah lumpur lapindo misalnya telah membuat banyak media lain baik secara institusi maupun perorangan melalui internet menggunakan kelemahan itu untuk menyerang.

Belum lagi keinginan Bapak Aburizal Bakrie untuk menjadi Calon Presiden 2014 disaat masalah - masalah krusial seperti lumpur lapindo yang belum juga selesai merupakan sebuah kekuatan yang akhirnya akan melemahkan jika tidak diperhatikan dengan baik. Oleh karena itu sebagai CEO Grup Bakrie saya akan menyarankan kepada Bapak Aburizal Bakrie untuk menahan diri dan mempertimbangkan matang - matang ambisinya sebagai Calon Presiden.

Karena bukan tidak mungkin jika Bapak Aburizal Bakrie naik menjadi Presiden Republik Indonesia, masalah Lapindo akan semakin mamanas dan dijadikan alat untuk memeras beliau oleh lawan - lawan politiknya. Pasar akan memberikan sentimen negatif terhadap saham - saham perusahaan Grup Bakri di bursa saham

- Opportunities (Peluang)

Bicara tentang peluang saya kira salah satu investasi yang belum di lakukan oleh Grup Bakrie adalah di bidang industri kreatif. Industri kreatif yang saya maksud adalah perangkat lunak (Software). Sebuah bidang yang memang sangat memusingkan kepala tapi peluang di bidang ini sangat besar bahkan sangat menggiurkan. Sebut saja bagaimana Instagram yang dimulai dari ide sederhana kemudian dihargai triliunan oleh Facebook. Atau seperti Facebook yang bermula dari sebuah keisengan menjadi sebuah perusahaan raksasa dalam waktu singkat bahkan mengalahkan Grup Bakrie dan dipimpin oleh anak - anak muda.

Perangkat lunak yang mungkin dapat dikembangkan pertama kali oleh Grup Bakrie adalah Web-Based Application for Business Network & Relationship. Sebuah aplikasi yang menyerupai social media tapi diperuntukkan khusus untuk bisnis dan perusahaan di mana didalamanya termasuk aplikasi CSR (Company Social Responsibility) agar sebuah perusahaan dicintai oleh masyarakat disekitarnya dan CRM (Customer Relationship Management) agar pelanggan terbina dengan baik.

Aplikasi ini dapat digunakan pertama kali oleh semua unit bisnis di Grup Bakrie sehingga saling terhubung satu sama lain secara real time baik antar perusahaan maupun antar karyawan perusahaan layaknya facebook sehingga setiap unit usaha bisa saling memberikan update terbaru agar tercipta hubungan yang lebih solid antar karyawan dan antar perusahaan. Selanjutnya melalui pengembangan - pengembangan dapat dibuka untuk umum dan menjadi sebuah perusahan IT terkemuka di Indonesia dan Dunia.

Threats (Ancaman)

Ancaman - ancaman yang mungkin dapat menggangu stablitas perusahaan khususnya perusahaan yang sudah go-public seperti perusahan - perusahaan yang dimiliki Grup Bakrie tentu adalah keadaan ekonomi dan politik di Republik Indonesia khususnya maupun dunia secara umum.Karena itu pemilik perusahaan harus berhati - hati dalam melakukan manufer baik melalui media maupun politik. Gunakan media hanya untuk meng-counter serangan - serangan atau isu - isu yang membahayakan perusahaan jangan sampai menggunakan media yang dimiliki untuk kepentingan mencitrakan karena justru akan membuat orang lain memandang sinis.

Peran Politik juga harus dimanfaatkan dengan baik dengan sedapat mungkin menahan diri untuk ambisi “aktualisasi diri” sampai kondisi benar - benar tepat untuk itu dan mengingatkan pemilik perusahaan untuk menggaris bawahi bahwa lebih baik menjadi pengatur orang nomor 1 dari balik layar daripada menjadi orang nomor 1 itu sendiri apalagi disebuah negara seperti Indonesia dimana sebungkus nasi bisa membuat orang lain rela menjadi jongos politik.


blog comments powered by Disqus